• 1

    Description slide 1

  • 2

    Description slide 2

  • 3

    Description slide 3

  • 4

    Description slide 4

  • 5

    Description slide 5

 

Jakarta - Dunia Pers di Tanah Air kembali dikeruhkan oleh pernyataan-pernyataan tidak simpatik yang dilontarkan Dewan Pers beberapa waktu terakhir ini. Setelah keputusan PN Jakarta Pusat yang memenangkan Dewan Pers dalam perkara gugatan PMH terhadap Dewan Pers dibatalkan PT DKI Jakarta, serta penolakan majelis hakim banding terhadap eksepsi Dewan Pers, lembaga bentukan puluhan organisasi pers Indonesia itu justru melancarkan berbagai manuver bernuansa premanisme dengan mengintervensi kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah. Hal tersebut sangat disayangkan oleh sejumlah pihak, dan mengharapkan agar Dewan Pers kembali ke khitahnya menjalankan fungsinya sebagai penjaga kebebasan dan kemerdekaan pers.

 

Menurut Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, ia mengungkapkan keprihatinannya atas ulah Dewan Pers yang menurutnya telah bermutasi menjadi lembaga  regulator, layaknya 'dewan perwakilan rakyat'. Bahkan menurut Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu, Dewan Pers hari-hari ini telah menjelma menjadi polisi atau jaksa pers yang dengan tanpa malu-malu melemparkan 'ancaman' ke dunia pers melalui tangan Pemerintah Daerah.

 

"Saya sangat prihatin melihat gelagat tidak bersahabat Dewan Pers selama ini. Lembaga itu telah menjelma menjadi monster yang menebarkan ancaman ke kalangan pers di daerah-daerah. Mungkin karena takut berhadapan langsung dengan kawan-kawan media, dia mengancam lewat himbauan bernada premanisme ke pemda-pemda, melarang melakukan kerjasama dengan berbagai media, terutama yang belum daftar ke lembaga Dewan Pers. Pasal berapa di UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers yang mewajibkan media harus daftar ke lembaga itu?" ulas Wilson dalam releasenya, Kamis 17 Oktober 2019.

 

Untuk itu, lanjut lulusan pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University Inggris ini, dirinya menghimbau agar Pers Indonesia tetap tenang, bekerja dan berkarya seperti biasa, lakukan tugas pokok menyampaikan informasi yang diperlukan rakyat. "Kawan-kawan Pers tidak perlu terpengaruh dengan intimidasi Dewan Pers yang dilancarkan selama ini. Awalnya, puluhan organisasi pers yang membentuk lembaga Dewan Pers itu, tapi kini mereka sudah bermutasi menjadi pemangsa terhadap induknya sendiri. Itu lembaga kehilangan jati diri, tidak paham tugasnya yang digariskan dalam pasal 15 UU No 40 tahun 1999," ungkap Wilson yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Jepang ini.

 

Senada dengan Wilson, Alumni Lemhannas lainnya, Fachrul Razi, MIP, menyampaikan bahwa Dewan Pers tidak diberi hak untuk mengatur-atur rumah tangga lembaga lain, seperti Pemerintah Daerah. Fachrul yang juga menjabat sebagai Senator DPD RI dari Aceh itu meyakinkan agar Pemerintah Daerah tidak perlu takut atau khawatir dengan "intimidasi" yang dilancarkan oleh 'lembaga preman pers Indonesia' (Dewan Pers - red) itu.

 

"Pemerintah Daerah harus mengabaikan apapun kebijakan yang bersifat mengintervensi kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah, termasuk dalam hal penggunaan anggaran bagi kepentingan publikasi program pemerintah melalui media massa. Pemda yang punya kewenangan, mengapa Dewan Pers yang mengatur-atur? Pakai ancam-mengancam lagi. Dewan Pers jangan jadi lembaga premanisme pers Indonesia," tegas Pimpinan Komite I DPD RI ini.

 

Fachrul, yang saat ini sedang menyelesaikan program doktor bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia itu, menyarankan agar Dewan Pers kembali ke khitahnya, menjalankan fungsinya sebagai penjaga kebebasan dan kemerdekaan pers. "Dunia mengakui kemajuan demokrasi di Indonesia sejak reformasi digulirkan, yang salah satunya adalah reformasi di bidang Pers. Tanpa pers yang bebas dan merdeka, mustahil demokrasi kita bisa semaju sekarang ini," imbuh Senator DPD RI yang terkenal vokal itu.

 

Terkait komposisi Dewan Pers yang dikuasai segelintir pengurus organisasi pers, Wilson menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi preseden buruk dalam mewujudkan lembaga Dewan Pers yang independen sesuai harapan pasal 15 UU No 40 tentang Pers. "Sebenarnya, Keputusan Menpen No. 74 tahun 1975 tentang PWI (Persatuan Wartawan Indonesia - red) sebagai satu-satunya organisasi pers yang diakui Pemerintah sudah dicabut. Jadi, PWI tidak semestinya menjadi acuan tunggal bagi bangsa ini dalam dunia pers. Ada puluhan organisasi pers nasional yang bahkan memiliki kompetensi, kredibilitas, dan kemampuan yang lebih baik dari organisasi peninggalan orde baru itu. Dewan Pers seharusnya diisi oleh para pakar dan praktisi pers dari puluhan organisasi pers ini yaa," ujar Wilson yang juga menyelesaikan studi pascasarjana bidang Applied Ethics di Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia, itu mengakhiri releasenya. (APL/Red)

 

Jakarta,MBP-News.Com - Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut)  berhasil meraih juàra I setelah mengikuti ajang bergengsi Lomba Drone antar Kasi Penkum Kejati se-Indonesia di Lapangan Upacara Badan Diklat Kejaksaan RI di Jakarta, Rabu (25/9/19).

 

 

Lomba Drone Kejaksaan RI memperebutkan Piala Ketua Umum Puspenkum yang diselenggarakan Puspenkum Kejaksaan Agung RI,  Optimalisasi Publikasi menuju Humas Kejaksaan RI yang Efektif, Modern,  merupakan rangkaian dari  Pengelolaan Media Sosial bagi Kasi Penkum Kejati se-Indonesia .

 

 

Dalam sambutannya Wakil Jaksa Agung menyatakan bahwa Lomba drone digelar untuk memacu seluruh Kasi Penkum agar dalam menggunakan  kemajuan teknologi lebih maju lagi. 

 

 

“Perlombaan drone ini penting diikuti seluruh Kasi Penkum mengingat tugas pokoknya yaitu menyampaikan informasi publik, khususnya perihal kinerja Korps Adhyaksa. Melalui drone mereka bisa menampilkan hasil foto dan video yang lebih menarik dengan gaya kekinian untuk mendukung publikasi,” ujar Wakil Jaksa Agung RI Dr. Arminsyah sesaat penutapan Lomba drone yang dihadiri , Kapuspenkum Dr. Mukri dan pejabat eselon  dilingkungan Kejagung dan Badan Diklat Kejaksaan RI serta turut disaksikan langsung oleh para peserta Diklat Tahun 2019.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PJI Setia Untung Arimuladi SH M.Hum mengatakan Lomba Drone digelar bukan hanya diperebutkan piala,  namun sebagai ajang silaturahmi antar sesama insan Adhyaksa, khususnya para Kasi Penkum agar bisa saling tukar menukar informasi dan menambah wawasan tentang teknologi dokumentasi kekinian.

 

“Dalam Lomba Drone ini tampil sebagai juara terbaik pertama I dari Kasi Penkum Kejati Sulut, Untuk terbaik II Kasi Penkum NTT dan terbaik III Kasi Penkum Kejati Lampung,  Ketiga pemenang ini berhak menerima Piala dan sertifikat pemenang dari Ketua Umum PJI yang diserahkan langsung oleh Wakil Jaksa Agung RI,” pungkas

pemenang ini berhak menerima Piala dan sertifikat pemenang dari Ketua Umum PJI yang diserahkan langsung oleh Wakil Jaksa Agung RI,” pungkas.(MBP/RR)

 

_"Coffee - the favourite drink of the civilized world" - Thomas Jefferson_

 

Jakarta – Tidak diketahui secara persis siapa dan kapan kopi mulai dikenal sebagai bagian dari (menu) minuman bagi manusia. Namun, cerita yang paling melegenda hingga kini mengatakan bahwa kopi bermula dari cerita Kaldi, seorang penggembala kambing di Ethiopia, yang melaporkan kepada biarawan di desannya tentang keheranannya menemukan kambing-kambingya yang terlihat sangat gesit, berlari kesana-sini, tidak lelah, bahkan tidak mengantuk sepanjang malam. Hal itu terjadi setelah kambing-kambingnya memakan semacam buah berry (buah kopi) yang banyak tumbuh di sekitar desanya.

 

 

Sang biarawan akhirnya mencoba mengambil buah berry bersebut dan menumbuknya, melarutkannya dalam air di cangkir dan meminumnya. Ia kemudian merasakan suasana segar, berenergi, bersemangat, dan sangat bertenaga untuk melanjutkan tugas-tugasnya sebagai biarawan yang cukup padat dan melelahkan. Biarawan itu selanjutnya memperkenalkan kepada rekannya sesama biarawan, yang kemudian menyebar ke masyarakat kebanyakan.

 

Berita tentang buah berry (kopi) dari Ethiopia itu akhirnya sampai juga di Semenanjung Arabia. Di daerah yang dihuni oleh bangsa-bangsa Arab dan Persia ini, kopi kemudian menjadi salah satu komoditi perdagangan yang cukup penting. Bahkan, pada abad ke-15, perkebunan kopi mulai diperkenalkan di Yaman, Syria, Turky, dan negara-negara sekitarnya.

 

Kunjungan para jemaah haji dari berbagai wilayah setiap tahun ke Tanah Suci Mekkah mempercepat penyebaran informasi yang menyulut keinginan banyak orang di berbagai bangsa untuk mencicipi minuman bernama kopi. Jadilah kopi sebagai buah-bibir di mana-mana, hingga mencapai daeratan Eropa, Asia Tengah, dan bahkan ke Rusia dan China.

 

Ketenaran kopi sempat terusik ketika beberapa pemimpin keagamaan di Roma memberi cap minus terhadap minuman berwarna hitam dari Arabia ini, yang dianggap sebagai minuman setan. Akhirnya, pemuka agama setempat meminta ‘fatwa’ dari Pope Clement VIII, pemimpin agama tertinggi di Roma. Sri Paus Clement VIII mencoba mencicipi minuman kopi ini sebelum mengambil keputusan. Ketika Sri Paus menemukan rasa yang amat menyenangkan, menyegarkan dan menambah semangatnya, akhirnya ia memutuskan bahwa kopi bukan minuman setan, atau dipengaruhi setan. Kopi adalah minuman ‘halal’ dan sangat baik untuk manusia.

 

Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi dunia juga memiliki sejarah kopi yang cukup menarik dan unik. Perjalanan kopi ditemukan dalam “Serat Centhini; Tembangraras-Amongrogo” dari karya sastra kuno, yang menceritakan sejarah masuknya kopi ke Indonesia melalui Jatinegara, lalu tersebar ke Tanah Priangan (Jawa Barat), hingga akhirnya penanaman kopi dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, seluruh pulau Jawa, Bali, Sulawesi, Flores hingga Papua.

 

Dalam litreratur lainnya, menyebutkan bahwa pada tahun 1696 Pemerintah Belanda membawa kopi dari Malabar, sebuah kota di India, ke Indonesia melalui Pulau Jawa. Alur tersebut tertulis di salah satu arsip dari kongsi dagang Pemerintah Hindia Timur Belanda, yang lebih dikenal dengan nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Di tahun 1707, Gubernur Van Hoorn mendistribusikan bibit kopi ke Batavia, Cirebon, kawasan Priangan serta wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

 

Tanaman baru ini akhirnya berhasil dibudidayakan di Jawa sejak 1714-1715. Sekitar 9 tahun kemudian, produksi kopi di Indonesia sudah sangat melimpah dan mampu mendominasi pasar dunia. Bahkan pada saat itu jumlah ekspor kopi dari Jawa ke Eropa telah melebihi jumlah ekspor kopi dari Mocha (Yaman) ke Eropa.

 

Kini, Sumatera menjadi salah satu sentra produksi kopi dunia. Daratan tinggi Gayo di Provinsi Aceh, konon menduduki posisi nomor 1 se-Asia dalam hal produksi kopi. Wilayah pertanian kopi dan suhu udara serta kesuburan Tanah Gayo menjadi faktor penting yang menjadikannya sebagai sentra produksi kopi di Indonesia.

 

Provinsi Lampung, khususnya Lampung Barat, juga tidak kalah penting sebagai pusat produksi kopi untuk nusantara dan dunia. Kawasan perkebunan Lampung Barat merupakan contoh perkebunan terbaik di Provinsi Lampung dalam hal peningkatan produksi dan mutu kopi. Daerah ini juga telah menjadi lahan perkebunan kopi percontohan bagi Provinsi Lampung dan Nasional. Komoditas kopi telah menjadi mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di Lampung Barat. Data menunjukkan luas lahan perkebunan kopi di Kabupaten Lampung Barat telah mencapai hampir 80.000 hektar, dengan hasil produksi biji kering per tahun mencapai 30.000 ton per hektar.

 

Salah satu praktisi Kopi Lampung adalah Anang Prihantoro, seorang putra Bandar Jaya, Lampung Tengah, yang sejak muda menggeluti dunia per-kopi-an secara serius. Pria menjelang paruh baya ini dikenal masyarakat Lampung maupun di tingkat nasional, tidak hanya sebagai pekebun kopi, tapi juga sebagai pakar alias ahli kopi nusantara. Anang, yang saat ini masih menjabat sebagai Senator DPD RI dari Lampung itu, memiliki lahan perkebunan kopi yang luas di Lampung Barat. Ia memberdayakan masyarakat sekitar perkebunan untuk mengolah dan mengelola kebun kopinya.

 

Tidak hanya itu, Anang juga membantu masyarakat petani kopi lainnya untuk mengembangkan produksi kopi mereka dan memperkenalkan teknologi pasca panen untuk meningkatkan kualitas serta nilai tambah hasil panennya. Menurutnya, kopi Lampung dapat menjadi andalan ekspor provinsi Lampung dan Indonesia jika kualitas dan peningkatan nilai tambah produk kopi dapat dilakukan secara kontinyu dan massif.

 

Untuk mewujudkan visinya dalam meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil panen kopi Lampung, Anang yang juga merupakan Anggota Dewan Pakar DEKOPI (Dewan Kopi Indonesia) DPD Provinsi Lampung ini telah mengemas hasil perkebunan kopinya dalam brand spesial “Kredo Coffee”. Tampaknya, melalui merek dagang “Kredo Coffee” ini, Anang bermaksud menjadikan kopi sebagai menu penting yang dapat menjadi booster (pemicu) semangat bagi setiap penikmat kopi dalam mengembangkan imajinasi, mencari ilham, meretorika pikiran, mengkonstruksi sketsa maya, untuk kemudian menghasilkan buah pikiran yang bening, jernih, dan futuristik.

 

Kredo Coffee bersiap-siap untuk soft opening di awal Oktober 2019 ini. Kredo Coffee dapat dijadikan teman bekerja, sahabat dalam berkarya, serta menjadi media bersosial-bermasyarakat, membangun silahturahim antar sesama, antar manusia, dimanapun, kapanpun. Kredo Coffee, baik dalam arti filosofi maupun dalam pengertian sebenarnya, tidak hanya akan menjadi menu harian di rumah-rumah warga. Kopi dari Tanah Bukit Barisan ini akan menjadi hidangan spesial di berbagai warung, kedai, restoran, bahkan mall dan perkantoran. Karena kopi, dengan beragam varian produknya, segera akan merajai seluruh peradaban kuliner manusia di jagad ini. Kopi bahkan telah merasuk masuk parlemen, menjadi salah satu minuman terfavorit para anggota dewan perwakilan dan senator di berbagai negara.

 

Karena Kredo Coffee adalah kita, tersebab oleh kopi kita dapat melahirkan kredo.( Wilson/red)

 

Sumber:

http://www.ncausa.org/about-coffee/history-of-coffee

https://tanameracoffee.com/ID/sejarah-penyebaran-kopi-di-indonesia/

https://ahlikopilampung.com/2013/03/17/statistik-perkebunan-kopi-di-lampung/

 

Jakarta, MBP-News.Com -Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa terus melakukan perkembangan tahap demi tahap. Di ulang tahunnya yang ke 5 RSU Adhyaksa turut berperan untuk menyajikan pelayanan kesehatan yang baik bagi warga DKI Jakarta.

 

 

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo yang hadir dalam perayaan ulang tahun tersebut cukup bangga melihat perkembangan RSU Adhyaksa tahun demi tahun.

 

Hal itu juga menjadi salah satu sisi bagaimana Kejaksaan Agung turut berkontribusi pada masyarakat secara langsung melalui pelayanan kesehatan berbentuk Rumah sakit umum.

 

"Kita melakukan ini untuk bagaimana menegakkan pelayanan dan akses kesehatan bagi warga DKI Jakarta kita juga bersyukur melibatkan banyak pihak yang mendukung rumah sakit ini harus dikembangkan," kata M Prasetyo di RSU Adhyaksa, Jakarta Timur, Rabu (25/9/19).

 

Sejatinya ulang tahun RSU Adhyaksa sendiri jatuh pada tanggal 12 September. Namun, hari ini secara simbolis turut dirayakan oleh Jaksa Agung Muhammad Prasetyo. Tak hanya Jaksa Agung yang datang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan sejumlah jajarannya juga turut hadir dalam perayaan Milad tersebut.

 

M Prasetyo pun memanfaatkan momen perjumpaan dengan Anies Baswedan untuk mempererat tali silaturahmi dan hubungan kerja antar keduanya.

"Pertemuan ini selain HUT ke 5 juga untuk mengukuhkan hubungan kerjasama antara kejaksaan, RSU Adhyaksa dengan Pemprov DKI," ujar M Prasetyo.

 

Selain itu juga turut hadir beberapa instansi BUMN serta kementerian terkait yang berperan membangun harapan untuk memiliki rumah sakit yang memadai, modern, sempurna dan melayani masyarakat dengan baik.

 

M Prasetyo juga sempat mengingat bagaimana sejarah 5 tahun lalu RS Adhyaksa berdiri, yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan dilanjutkan hingga kini.

"RSU Adhyaksa ini juga punya historisnya saat 2014 lalu diresmikan oleh Gubernur Pak Jokowi, lalu awal pembangunan rumah sakit ini kemudian dilanjutkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan kini Gubernur Pak Anies Baswedan," ungkapnya.

 

Pemprov DKI Jakarta juga membantu RSU Adhyaksa dalam bentuk penyediaan lahan guna memperluas rumah sakit tersebut sehingga dapat menampung pasien dengan banyak dan nyaman.

 

"Kami juga bersyukur adanya tambahan lahan dari Pemprov DKI yaitu berupa lahan adanyan tambahan fasilitas pendukung tanah seluas 5.200 m2 tentunya adanya pengertian dari masyarakat sekitar. Mendukung kepentingan RSU Adhyaksa ini melalui Pemprov DKI," pungkasnya. (MBP/RR) 

 

Jakarta,  Bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace) atau Hari Perdamaian Sedunia pada tanggal 21 September 2019, Yayasan Peduli Indonesia (YPI) yang berdomisili di Belanda, telah menobatkan Tonny Djayalaksana sebagai “Person of The Year 2019” untuk misi perdamaian yang sudah lama diusungnya. Sebelumnya, Person of The Year lebih dikenal dengan sebutan Man of The Year.

 

 

Tonny Djayalaksana dinobatkan sebagai Person of the Year 2019 kategori Peace Promoter oleh Wilson Lalengke selaku wakil untuk Indonesia dari Yayasan Peduli Indonesia, di PT. Nusantara Tamawara Semesta, Menara Anugrah, Kantor Taman E.3.3 unit D3A Lantai 3A, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7 Mega Kuningan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia, Sabtu, 21 September 2019.

 

Mengomentari Hari Perdamaian Internasional, Tonny Djayalaksana meyakini apabila setiap orang di dunia ini menghayati dan menjalani agamanya masing-masing dengan benar dan baik tentulah dunia ini akan menjadi aman dan damai. “Tidak akan terjadi lagi peperangan antar sesama manusia,” ujar pengusaha sukses lagendaris itu.

 

Bagi Sang Pembawa Damai yang akrab disapa Tonny, arti perdamaian itu bukan hanya sekedar tidak terjadinya peperangan saja, melainkan secara keseluruhannya. “Sehingga bisa terjalin perdamaian di seluruh muka bumi bukan hanya antar sesama manusia saja melainkan juga seluruh makhluk hidup hasil ciptaanya di atas muka bumi,” terang pria kelahiran Bandung pada 27 September 1949 ini.

 

Selain itu, lanjut Tonny, damai untuk satwa agar satwa juga bisa hidup dan berkembang biak secara seutuhnya sehingga tidak terjadi pembunuhan hewan secara masal, yang menyebabkan banyak jenis hewan di dunia ini sudah mulai punah. “Damai untuk lingkungan hidup agar air, udara tidak dicemari atapun hutan di bakar seperti yang terjadi sekarang di Amazon,” kata Pembina Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) itu.

 

Tonny telah menyebar luaskan misi damainya melalui berbagai macam hasil karya tulisannya yang bisa dilihat di www.djayalaksana.com. Tonny juga sudah menulis dan menerbitkan buku dengan judul “Allah Maha Nyata”.

 

Buku ini merupakan kisah perjalanan rohani Tonny yang dikenal Sebagai pebisnis di sektor energi dan developer property. Pada saat ini Tonny sedang mengembangkan Lapangan Golf di Manyaran Hills – Semarang. Sebelumnya, ia pernah mengorbitkan Kartu Merah Putih – kartu pulsa prabayar sebagai Provider.

 

Jokowi Utusan Semesta

 

Bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional, Tonny Djayalaksana melaunching buku kedua nya yang berjudul “Jokowi Utusan Semesta”. Tonny mengungkapkan dirinya menulis buku ini sebagai rasa kecintaannya kepada Indonesia. Oleh Sebab itu menjelang Pemilu lalu, Tonny berharap agar bisa terlaksana pemilu yang damai tanpa ada kerusuhan. “Untuk itu saya dedikasikan buku Jokowi Utusan Semesta ini untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

 

Buku “Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji” merupakan percikan pemikiran Tonny dari hasil survei secara kecil-kecilan maupun fakta-fakta nyata selama Pilpres 2019 lalu. Dalam era yang serba canggih saat ini, berbagai rekam jejak catatan jurnalistik tentang kinerja, gaya dan karakter Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dapat ditemui di berbagai sumber.

 

Buku ditulis bukannya dalam format seperti buku baku sejarah biasa yang cenderung terasa kaku. Tulisan-tulisan ini merupakan ramuan dari berbagai macam sudut pandang, mulai dari latar belakang politik, sejarah maupun spiritual.

 

Pada periode pertama kepemimpinannya, Presiden Jokowi sudah sangat berhasil membangun pilar pembangunan nasional yang kuat lewat pembangunan infrastruktur dan banyak  perubahan mendasar dari segi birokrasi perekonomian dan administrasi perizinan serta memakai konsep pembangunan pola Indonesia sentris (pembangunan yang berbasis dari desa dan daerah perbatasan).

 

Jokowi tidak hanya menemukan, tetapi juga mengembangkan pola, model, dan gaya kepemimpinan relatif berbeda dengan para pemimpin-politisi nasional umumnya. Dalam memimpin pemerintahan, Jokowi tak hanya mengaksentuasikannya dengan cara blusukan, tetapi juga lewat penampilannya yang bersahaja. Ia merepresentasikan corak pemimpin populis atau pasca-elitis.

 

Saat Pilpres 2019 kemarin, Jokowi digempur oleh berbagai kritikan, caci-maki, dan bahkan penghinaan. Tapi, justru hebatnya, Jokowi tetap teguh berjalan dan mampu menahan diri. Ia mampu mengelola emosinya, sehingga segala serangan itu tidak mengubah diri dan niat baiknya.

 

Ia hadapi keadaan yang tajam dan penuh guncangan itu dengan kesabaran yang luar biasa. Kerja keras, niat baik dan kesabaran adalah ciri kepemimpinan Jokowi yang sangat menonjol. Indonesia di dalam kepemimpinannya sedang dibawa menuju arah yang lebih baik.

 

Terlebih lagi karena dirinya yakin dan haqul yaqin bahwa Buku “Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji”. Tonny meyakini, Jokowi akan sanggup menciptakan hal-hal indah dan mengagumkan bagi negeri ini.

 

“Puji syukur saya panjatkan kepada Allah atas rahmat-Nya sehingga memberikan kekuatan, kesempatan maupun kemampuan untuk menulis buku ini,” ucap Mualaf Zaman Now ini.

 

“Untuk itu saya dedikasikan buku Jokowi Utusan Semesta ini untuk bangsa Indonesia. Saya sangat meyakini bahwa hukum semesta ini tidak pernah ingkar. Barang siapa menabur kebaikan, tentu ia akan menuai kebaikan pula. Begitu juga sebaliknya, kalau yang ditanam itu adalah keburukan, maka diapun akan menuai keburukan itu sendiri,” tutupnya. (RBN/Red)

Few acknowledge that a Blue Pill every time they pops. Because of this, this really is best place to buy generic viagra The treatment you get is determined by what generic viagra safe Dont concern yourself with some special magic capsule or treatment. This really is maybe notMagic PillsHerbal. internet viagra * Equally comprise the active ingredient that will be a chemical that is phosphodiesterase 5, Sildenafil Citrate. viagra in canada Budget medications Harmful side effects. Along with side results, there are a few other Ed in order real viagra online Now, we have Blue Pill, a man-made synthetically manufactured pill for men with erectile disfunctions. For sample viagra for free Their trust was presented by erectile Disorder sufferers across the buying viagra online forum Herbal intercourse tablets or Organic Viagra as it is best generic viagra online It truly is not unavailable in the strength of 60mg capsule. One solitary pill will viagra order online Planning When you fail to program, you want to fail. You must plan the party elements. cheapest place to buy viagra