• 1

    Description slide 1

  • 2

    Description slide 2

  • 3

    Description slide 3

  • 4

    Description slide 4

  • 5

    Description slide 5

 

Media Bhayangkara Perdana, Perjuangan yang Sulit Seorang Jurnalis Dalam Memberikan Informasi Sehingga Sampai ke Muka Publik.  Pena Adalah  Senjatanya  Yang Mematikan dan  Dapat Menaklukan Dunia.

 

Jurnal atau jurnallistik sangat akrab dengan wartawan, fotografi, majalah, majalah diding.Jurnal bermain dengan pena dalam dunianya. Sepintas peranan jurnal agak membayang di balik menarik dan hebohnya setiap berita dan seni-seni hasil karya para tangan dan otak kreatif seorang jurnalistik. Memang sepintas juga gambaran tentang jurnalistik adalah crew dari segala macam acara pengetahuan, berita, history dsb. Yang terbayang hanya seorang yang terlalu banyak mencari tahu tentang segala sesuatu, mebawa-bawa kamera, membawa note’s dan menuliskan berita, bahkan terkesan menyebalkan. Ada satu sisi yang mungkin tidak tersadarkan di mata masyarakat, satu peran yang tak tersadarkan dari seorang jurnalistik yaitu pahlawan di balik layar. Pahlawan identik kuat dengan perjuangan dan jasa bagi banyak orang atau suatu kejadian yang bersejarah dan terukir lalu dikenang. Pahlawan kemerdekaan dengan segala tumpah darahnya membela negara Indonesia hingga merdekanya. Guru pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang memepertahanka kualitas pendidikan bangsa pada pemuda-pemudi calon pemimpin di masa depan dari masa ke masa. Seorang polisi, tentara, dokter mereka semua adalah pahlawan yang terukir di setiap perjuangan mereka.Siapa yang mengukirnya di mata dunia? Publik pun dapat tahu dan membaca bagaimana detail perjuangan mereka lewat majalah, koran, Online dan televisi dengan ringkas dan dapat dijadikan suatu sejarah.. Disinilah mulai terasa tidaknya peran pahlawan di balik layar bagi para jurnalis yang telah membawa kisah-kisah dan gambar-gambar sejarah dengan perjuangan seorang jurnal untuk dikemukakan di muka publik. Kita semua bisa lihat banyak perjuangan seorang jurnal yang berjuang mendapatkan informasi penting bagi masyarakat mulai dari pengorbanan waktu,biaya,tenaga bahkan nyawa.

 

Melalui tulisan yang mendokumentasi  setiap kejadian, terasakah itu semua bagi publik yang sudah dapat menikmati hasil jerih payah mereka yang biasanya hanya bertepuk tangan bangga dan memuji hanya dari tampak depannya saja tanpa bertepuk tangan bagi pejuang yang telah membuat dan mendapatkan hasil yang membanggakan dan bernilaiguna penting dari karya tulisnya yang berdasar  fakta opini,tentunya butuh perjuangan yang  sulit sehinga sampai di muka publik

 

Sadarkah saat setiap orang sedang menonton suatu berita di televisi, seperti cotohnya berita tentang “Amuk Masa yang Mendemo Depan Gerbang Gedung Pemerintah”, akankah bisa melihat secara detail saat pendemo mengamuk dengan melempar batu,membawa benda tajam bahkan senjata api, terfikirkah bagaimana proses pengambilan gambar pada saat tragedi itu terjadi sampai ke halayak. Betapa berbahayanya situasi di tengah amuk masa yang membabi buta dengan berbagai senjata berbahaya di tangan mereka. Tetapi siapakah yang turun tangan langsung ke tengah emosi yang tak terkendali tersebut ? Turun langsung tanpa membawa persenjataan ataupun pelatihan bela diri di tengah amuk masa hanya untuk memberikan suatu berita yang berguna bagi  masyarakat ? Disinilah peran jurnalistik sebagai pahlawan. Jurnalistik yang merekam semua kejadian di tengah ketidakpuasan masyarakat pada pemimpinnya, jurnalistik yang berusaha menyampaikan langsung pada para pemimpin yang terduduk pada kursi mereka yang mendengar suara rakyatnyapun tidak sama sekali karena pengamanan dan tertutup oleh tembok dan deruh suara mesin penyejuk ruangan mereka sampai tak bisa mendengar suara rakyatnya di luar sana yang berteriak menyampaikan aspirasi mereka dengan panas terik matahari yang menimbulkan emosi dan kekerasan. Jurnalis turun ke tengah mereka, ikut merasakan, mengambil semua gambaran emosi mereka dan di sampaikan melalui televisi berita online,koran majalah dan lainnya berharap mereka yang terduduk itu dapat melihat langsung dan tergoyahkan hatinya. Terfikirkah betapa bahayanya pengambilan gambar di tengah amuk masa tersebut ? Terfikirkah betapa perjuangan jurnalistik untuk merangkum semuanya dengan berbagai teror dari pihak yang merasa dirugikan atas tindakannya ? Tidak.  Padahal dengan adanya berita di majalah,koran,Online dan televisi dengan jerih payah jurnalistik dapat mengubah dunia bagi para  pembaca ataupun pendengarnya, tapi itu hanya di balik layar. Seorang jurnalistik yang sesak hatinya saat melihat ada sesosok anak yang memiliki kemampuan tapi jauh dari dunia pendidikan yang memadai sering mengangkat kisah anak-anak kurang beruntung hingga mereka dapat bantuan. Contohnya seperti acara-acara yang membahas kisah anak negeri di pelosok-plosok nusantara. Jurnalistik akan ke sana mengikuti seputar perjalanan hidup mereka, merekam dan mencatat hingga sampai ke mata para dermawan yang dapat membantu. Terfikirkah bagaimana perjuangan untuk sampai ke pelosok wilayah yang sangat jauh dan tinggal bersama mereka berbagi cerita dan membantu hingga mereka dapat mendapatkan hak pendidikan ? Tidak. Pada saat suatu tragedi yang menghakimi keadilan seseorang di meja hijau, jurnalistik akan menayangkan kecurangan yang ada di balik semuanya hingga semua orang dapat menilai dan meihat sampai membantu. Terfikirkah betapa berbahayanya membela pihak yang benar dari pihak yang salah dan akan balas dendam ? Tidak. Tidak sedikit para jurnalis yang meninggal saat mereka sedang menjalankan tugas mereka. Ada yang tertembak di medan perang saat ingin memberikan informasi keadaan di sana, dan pulang tinggal nama. Ada yang di hakimi saat mengambil fakta yang seharusnya dibela. Ada yang dimasukkan ke dalam penjara karena berbagai tuduhan pelecehan nama baik. Ada yang sampai bertahun-tahun terpisah dari keluarganya untuk merangkum suatu berita ilmu pengetahuan dan banyak lagi. Itulah jasa jurnalis yang tidak begitu dirasakan banyak orang. Pertanyaan kecil, bayangkan dunia tanpa jurnalistik ! Mungkin banyak jurnalis yang nakal dengan tulisannya demi kedudukan dalam redaksi, karena di dimensi manapun akan selalu ada hitamdan putih, behati-hatilah, pena adalah senjata mematikan yang dapat  menaklukan dunia sekalipun. Tulisan, sekedar goresan tinta dari ujung pena di atas secarik kertas, tapi setiap goresan apabila tidak sekedargoresan, sebuah tulisan dapat berupaekspresi, kreativitas, imajinasi, mungkintulisan memang hanya sekedar hitam diatasputih tapi bagi tulisan yang dibuat denganpenyampaian tersendiri, dapat lebihberwarna dari lukisan, dapat lebih bersuaradari musik, dapat hidup dan mengubah pola pikir seseorang.

 

Apa sebenarnya tulisan? Tulisan adalah mimpi,

Tulisan adalah harapan,tulisan adalah emosi, tulisan adalah cinta, tulisan adalah harta Banyak orang bertepuk tangan saat melihat ke depan layar tanpa menoleh ke balik layar. Tapi itulah jurnalistik yang akan selalu menjadi pahlawan di balik layar dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Cobalah untuk lebih menghargai tulisan-red.

Jakarta, MBP-News, Dalam Liputan Khusus tim MBP-News kepada Hans Suta Widhya selaku Ketua Presidium IPMMI (Ikatan Polisi Mitra Masyarakat Indonesia) Minggu (18/02/18) melalui media whatsApp menjelaskan “sebagai pemerhati warga binaan penghuni lapas dan perlapasan, menurut teori relatif pidana dimaksudkan untuk suatu tujuan yang bermanfaat yaitu melindungi masyarakat dan memberikan pengayoman. Dalam teori ini terdapat prevensi khusus dan prevensi umum. Prevensi khusus bertujuan mencegah niat buruk pelaku tindak pidana untuk tidak mengulangi tindak pidana yang pernah dilakukannya, sedangkan prevensi umum bertujuan agar orang-orang pada umumnya tidak melakukan tindak pidana.”

“Pembinaan menurut pasal 1 angka 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan adalah kegiatan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Intelektual, sikap dan perilaku, profesional, kesehatan jasmani dan rohani narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan ( Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 butir 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Bimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan).”

“Pembinaan yang diberikan kepada Narapidana (Warga Binaan Pemasyarakatan) telah tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa: “ Pemasyarakatan adalah kegiatan untuk melakukan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan sistem kelembagaan dan cara pembinaan dalam Tata Peradilan Pidana”.

“Anak Didik Pemasyarakatan menurut ketentuan Pasal 1 angka 8 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan adalah :

a.    Anak Pidana yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan menjalani pidana di Lapas Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun;

b.    .Anak Negara yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan diserahkan pada negara untuk dididik dan ditempatkan di Lapas Anak paling lama sampai berumur 18 (depalan belas) tahun;

c.     Anak Sipil yaitu anak yang atas permintaan orang tua atau walinya memperoleh penetapan pengadilan untuk dididik di Lapas Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun.”

“Pembinaan adalah usaha memelihara, melatih dan meningkatkan menjadi lebih baik lagi. Untuk melaksanakan pembinaan-pembinaan tersebut, dikenal empat tahap proses pembinaan, yaitu:

1.      1. Tahap pertama: Setiap narapidana yang ditempatkan di dalam lembaga pemasyarakatan itu dilakukan penelitian untuk mengetahui segala hal tentang diri narapidana, termasuk tentang apa sebabnya mereka telah melakukan pelanggaran, berikut segala keterangan tentang diri mereka yang dapat diperoleh dari keluarga mereka, dari bekas majikanatau atasan mereka, dari teman sepekerjaan mereka, dari orang yang menjadi korbanperbuatan mereka dan dari petugas instansi lain yang menangani perkara mereka.

2.      2. Tahap kedua: Jika proses pembinaan terhadap seseorang narapidana itu telah berlangsung selama sepertiga dari masa pidananya yang sebenarnya, dan menurut pendapat dari Dewan Pembina Pemasyarakatan telah dicapai cukup kemajuan, antara lain ia menunjukkan keinsafan, perbaikan, disiplin dan patuh pada peraturan-peraturan tata tertib yang berlaku di lembaga pemasyarakatan, maka kepadanya diberikan lebih banyak kebebasan dengan memberlakukan tingkat pengawasan medium security.

3.      3. Tahap ketiga: Jika proses pembinaan terhadap seseorang narapidana itu telah berlangsung selama setengah dari masa pidananya yang sebenarnya, dan menurut dari Dewan Pembina Pemasyarakatan telah dicapai cukup kemajuan baik secara fisik maupun secara mental dan dari segi keterampilan, maka wadah proses pembinaan diperluas dengan memperbolehkan narapidana yang bersangkutan mengadakan asimilasi dengan masyarakat di luar lembaga pemasyarakat.

4.      4. Tahap keempat: Jika proses pembinaan terhadap seseorang narapidana itu telah berlangsung selama dua pertiga dari masa pidananya yang sebenarnya atau sekurang-kurangnya sembilan bulan, kepada narapidana tersebut dapat diberikan lepas bersyarat, yang penetapan tentang pengusulannya ditentukan oleh Dewan Pembina Pemasyarakatan. Berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995, sistem pembinaan pemasyarakatan dilaksanakan atas:

a.       Pengayoman

b.      Persamaan perlakuan dan pelayanan

c.       Pendidikan

d.      Pembimbingan

e.       Penghormatan harkat dan martabat manusia

“Pahamkah para birokrat dan petugas di dalam sana? Masyarakat sudah sadarkah arti lembaga tersebut?” Tutup Hans Suta. (Tim MBP/SR)

 

 

 

JAKARTA-MBP-News.com – Menjelang Ramadhan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan tak akan ada kelompok-kelompok yang melakukan sweeping atau razia sendiri.

Menurut dia, razia harus dilakukan bersama kepolisian. Ia memastikan akan menindak tegas bila ada kelompok yang melakukan aksi paksa yang melanggar hukum.

“Prinsip Polri melalukan pengamanan bulan Ramadan terutama aksi kekerasan sweeping,” kata Tito di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/5).

Ia mengatakan telah menegaskan kepada pemerintah daerah, perusahaan minuman dan lainnya agar mentaati aturan yang dibuat pemerintah daerah. Aturan tersebut khususnya terkait dengan jam tutup dan buka penjualan minuman dan tempat hiburan.

“Yang ingin sweeping agar mereka memberikan informasi kalau ada pelanggaran-pelanggaran. Tapi tak boleh melakukan aksi sendiri,” kata Tito.

Polda Metro Jaya juga menghimbau organisasi masyarakat agar tak melakukan razia selama bulan suci Ramadan. Sebab, sweeping atau penyisiran merupakan kewenangan dari petugas keamanan dan kepolisian. Apabila hal tersebut dilakukan oleh ormas dikhawatirkan akan memicu konflik di masyarakat nantinya.

“Tidak boleh sweeping yang bukan haknya, bukan wewenangnya. Tindak tegas ormas yang seperti itu,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat, (5/5).

 

Argo meminta, apabila ormas menemukan kejanggalan di suatu lingkungan pada bulan puasa, diharapkan ormas melapor ke pihak berwajib, bukan inisiatif melakukan sweeping.(Arie/sumber: NTMC POLRI)

SEMARANG-MBP-NEWS.COM, Kamis, tgl 25 Mei 2017 di jl. Raya Desa Kandeman Batang akan dilakukan penutupan jalan, karena akan digunakan utk pemasangan Girder/balok jembatan Tol Batang - Semarang.

Rencana pengalihan jalan yang dari  JAKARTA  ke  SEMARANG  ( dari simpang 4 samsat batang belok ke kiri melewati jalan baru ujungnegoro) sedangkan dari SEMARANG ke JAKARTA  akan dialihkan (dari simpang 3 depan Polsek Tulis belok ke kiri arah Bandar

Pengalihan arus tersebut HANYA BERLAKU untuk KENDARAAN KECIL

 

Semoga bermanfaat Dan jaga selalu keselamatan. (MBP-News/Arie)

BEKASI, MBP- NEWS.COM , 30/4/2017.Rotasi dalam tubuh polri itu hal yang biasa,dan ini terlihat pada serah terima jabatan, 28/4/2017 .di Mabes Polri, mereka yang terkena rotasi wajib Sertijab guna untuk memulai jabatan yang di perintahkan atasannya(polri)

Seperti Kadiv Humas polri yang baru Irjen Pol. Setyo Wasisto ia resmi menjabat Kadiv Humas mabes polri, menggantikan Irjen Boy Rafli Amar, yang sebelumnya menjabat Kadiv Humas mabes polri. Sedangkan Irjen Setyo Wasisto pernah menjabat Waka Baintelkam, sekarang menjadi Kadiv Humas mabes polri. Untuk Irjen Boy Rafli Amar di beri tugas menjabat Kapolda Papua.

Kapolri jenderal polisi Tito Karnavian resmi melantik perwira yang menduduki jabatan penting dalam jajaran internal polri. sesuai dengan surat telegram Kapolri nomor ST/1034/UV/2017 yaitu tanggal 18/4/2017.

Kadiv Humas mabes polri yang baru yaitu Irjen Setyo Wasisto memohon dukungan dari awak media guna kelancaran tuganya yang di emban nya saat ini.

Terlihat oleh awak media Mbp undangan yang hadir salah satu nya ketua Parsi yaitu Dr.H.Anwar Fuady. SH.MH serta pejabat tinggi lainnya.

 

Acara Sertijab berlangsung aman dan lancar.(MBP-AS/BBR)

There are lots of other advantages of epimedium. Attractive Goat generic viagra Garden egg, avocadoes, and pears target the buy viagra online without rx Dont concern yourself with some special magic capsule or treatment. This really is maybe notMagic PillsHerbal. internet viagra The fast-growing need for various universal medications has really led to the development of so-called drugstores. us generic viagra The head of an average pedophile is ill viagra overnight shipping That is not therefore impossible, as a result of the 1,000,000 names, you are known by buy viagra with prescription Few acknowledge that a Blue Pill every time they pops. Because of this, this really is the best place to buy generic viagra Now, we have Blue Pill, a man-made synthetically manufactured pill for men with erectile disfunctions. For sample viagra for free Right now you can be one your free sample erectile dysfunction pills o The contemporary polluted environment we live in is an issue. It functions by raising quantities of viagra with no prescription