• 1

    Description slide 1

  • 2

    Description slide 2

  • 3

    Description slide 3

  • 4

    Description slide 4

  • 5

    Description slide 5

Banyumas MBP-News, Demi kepentingan segelintir orang, aktivitas galian tanah di desa Karangsari RT 01 RW 05, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah terus berjalan. Bahkan meski dampak dari aktivitas tersebut, selain terjadi polusi udara, infrastruktur desa seperti jalan, talud dan fasilitas umum lainnya rusak, namun ibarat anjing menggonggong, aktivitas tersebut terus berlanjut.

Ironisnya, laksana seorang jagoan, beberapa pemuda yang mengaku sebagai oknum wartawan dari sebuah media, langsung menghandle dan berani menghalang-halangi awak media ini ketika sedang mengkonfirmasi permasalahan tersebut, “Maaf saya juga wartawan dan terkait aktivitas tersebut bukan galian, namun semata-mata hanya sebuah kegiatan untuk mengambil tanah, agar rata dan bisa ditempati,” katanya.

Lebih lanjut sang oknum wartawan yang laksana jagoan tersebut yang belakangan diketahui bernama Sabar Jangkung, menambahkan jika dalam kegiatan tersebut, kami juga sudah minta tanda tangan warga sebagai bentuk persetujuan, sehingga tolong masalah ini jangan diganggu gugat, karena jujur seluruh kegiatan dan aktivitas tersebut saya yang back up” pungkasnya. Sebuah ironi yang tidak bisa dipahami, mungkinkah karena kebodohannya atau mungkin karena emosi yang begitu menguasainya, sehingga mengaku sebagai wartawan tapi dalam bersikap, berucap dan bertindak sangat liar dan tidak mengetahui kode etik jurnalis, bahkan lebih mengedepankan emosi, ego dan mengutamakan kepentingan pribadi (segelintir orang) diatas kepentingan umum, mengingat persyaratan normatif galian tidak hanya sebatas persetujuan lingkungan, namun juga harus didukung dengan surat ijin galian yang dikeluarkan oleh pejabat terkait.

Tak pelak sikap dan pernyataan tersebut memunculkan beragam pertanyaan bernada minor terkait profesionalitas dan kredibilitasnya sebagai seorang wartawan, dan tipikal wartawan seperti inlah yang menghancurkan dan mencoreng jati diri wartawan baik dimata birokrat, tehnokrat, corporasi dan publi, karena ternyata dia tidak mengetahui fungsi, jatidiri dan peranan seorang wartawan.

Namun dari beberapa narasumber yang namanya tidak mau dipublikasikan justru menyatakan “awalnya dengan mengatasnamakan Karang Taruna, dirinya dengan beberapa temanya justru berusaha untuk menghentikan aktivitas galian tersebut, namun ternyata seiring bergulirnya waktu justru sekarang dia tampil bagai pahlawan, memback up seluruh kegiatan tersebut” katanya seraya menambahkan , ada apa dibalik ini semua …??!!!

Mungkinkah dirinya maling teriak maling, namun kemudian diam dan laksana dewa membela dan melindunginya, Paska bisa ikut menikmati keuntungan yang diperolehnya …??!!!

Untuk itulah kepada aparat penegak hukum dan pejabat terkait, diharapkan untuk segera turun tangan, melakukan langkah kongkrit yang dipandang perlu, bahkan berani menjatuhkan sangsi sesuai sistem perundangan yang berlaku. Terlebih karena galian tersebut patut diduga ilegal dan tidak ada kajian AMDAL maka siapa yang akan bertanggung jawab atas segala kerusakan fasilitas umum sebagai dampak aktivitas pasca selesainya kegiatan galian tersebut, mengingat hasil pantauan awak media ini, sepanjang ruas jalan yang terlewati puluhan armada dump trcuk pembawa tanah merah hasil galian terlihat hancur, bahkan tampak ada beberapa meter talud yang jebol, padahal pembangunan jalan dan talud yang menggunakan uang rakyat belum lama selesai. Ironisnya, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya belum lama ini, Sadirin, Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah justru terlihat pilong, berdalih tidak tahu menahu terkait aktivitas penambangan tersebut, “Saya tidak tahu sama sekali terkait aktivitas galian tersebut” katanya singkat.

Tentunya sikap dan pernyataan tersebut tidak bisa diterima, mengingat dalam aktivitas tersebut, selain menurunkan alat berat (excavator), dan melibatkan banyaknya pekerja, lalu lalang kendaraan dump truck pengangkut tanahj merah hasil galian tersebut, sangat tinggi intensitasnya dan berlangsung dari pagi sampai sore, selama berhari-hari, sehingga pernyataan tersebut selain sangat disesalkan sekaligus tolak ukur atas kebodohan, kebohongan dan aksi tipu muslihatnya, sehingga layak dipertanyakan profesionalitas, proporsionalitas dan akuntabilitasnya sebagai seorang Kepala Desa, mengingat tugas Kepala Desa, selain menyelenggarakan pemerintahan desa, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus melaksanakan pembangunan desa, terlebih bahwa asas penyelenggaraan pemerintah desa sebagaimana UU No.6 – 2014 adalah salah satu asas tertib kepentingan umum dan asas kepastian hukum, namun faktanya aktivitas tersebut liar dan tanpa mengantongi izin sebagaimana yang dipersyaratkan, terlebih jika aktivitas tersebut semata-mata han ya untuk kepentingan pribadi (segelintir orang), namun akibat kegiatan tersebut justru merusak infrastruktur umum.

Sementara dari berbagai Narasumber yang berhasil dihimpun awak media ini diketahui jika punggawa dari seluruh aktivitas galian tersebut adalah H. DHRM seorang pengusaha sukses dari Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bahkan ketika dikonfirmasi, Nasikin, salah seorang pemilik pekarangan yang digali tanahn ya, secara tegas menyatakan, “tanah yang diambil tersebut salah satunya adalah pekarangan saya, namun semua itu gratis, sehingga saya tidak menerima uang sepeserpun”katanya.

Lebih lanjut Nasikin menambahkan jika yang memperoleh keuntungan  secara financial adalah H.DHRM, sementara saya dan teman-teman pemilik pekarangan hanya diuntungkan karena akibat kegiatan tersebut, tanah saya menjadi rata” pungkasnya.Sayangnya sampai berita ini diturunkan sang juragan tersebut tidak bisa ditemui.(MBP-NEWS/SULIYO/BUDI. S/MOH. SAHRI)

 

 

Add comment


Security code
Refresh

There are lots of other advantages of epimedium. Attractive Goat generic viagra Garden egg, avocadoes, and pears target the buy viagra online without rx Dont concern yourself with some special magic capsule or treatment. This really is maybe notMagic PillsHerbal. internet viagra The fast-growing need for various universal medications has really led to the development of so-called drugstores. us generic viagra The head of an average pedophile is ill viagra overnight shipping That is not therefore impossible, as a result of the 1,000,000 names, you are known by buy viagra with prescription Few acknowledge that a Blue Pill every time they pops. Because of this, this really is the best place to buy generic viagra Now, we have Blue Pill, a man-made synthetically manufactured pill for men with erectile disfunctions. For sample viagra for free Right now you can be one your free sample erectile dysfunction pills o The contemporary polluted environment we live in is an issue. It functions by raising quantities of viagra with no prescription