• 1

    Description slide 1

  • 2

    Description slide 2

  • 3

    Description slide 3

  • 4

    Description slide 4

  • 5

    Description slide 5

 

MBP-NEWS DEMAK, Pembagian pupuk cair non Organik dilakukan oleh Team Panitia BUMDES dan kelompok tani gapoktan desa surodadi,dan dihadiri oleh masyarakat desa surodadi. Senin 24/06/19.

 

 

Sebelum acara pembagian dimulai, semua masyarakat yang hadir diberikan sosialisasi terlebih dahulu oleh panitia yang dipimpin oleh bapak sokib sebagai ketua kelompok tani sekaligus ketua panitia.

 

 

Bapak sokib memberikan keterangan yang sangat komplit tentang pembuatan mulai dari nol sampai akhir dan juga menerangkan sistem atau cara menyemprotkan.

 

Dia juga mengatakan kepada masyarakat  bahwa pembagian pupuk cair non organik ini untuk sample dan diberikan secara gratis karena ini merupakan sample dan kelanjutannya nanti apabila ini sukses maka stok akan diperbanyak dan akan dijual kepada para petani dengan harga dibawah harga pupuk luar, ini dilakukan untuk membantu para petani agar bisa menekan dan mengurangi pengeluaran dan memberikan hasil yang maksimal untuk kedepannya"ujarnya

 

Tanggapan masyarakat salah satu tokoh masyarakat desa surodadi haji subakir mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias dan sangat menerima dengan adanya program ini, karena kebanyakan masyarakat desa surodadi adalah bertani dengan adanya acara ini sangat membantu para petani dan seluruh masyarakat agar bisa menekan harga dan mendapatkan hasil panen yang baik"ujarnya

 

Pupuk non organik ini kalau memang bisa memberikan bukti maka panitia akan menyediakan stok yang banyak untuk mencukupi kebutuhan para petani tidak hanya di desa surodadi tapi bisa diluar desa surodadi.

 

Harapan masyarakat surodadi kalau memang pupuk cair non organik ini bisa diandalkan maka masyarakat meminta agar stok pupuk cair non subsidi ini bisa terus berjalan dan benar benar bisa membantu menekan harga beli dan memberikan hasil yang lebih baik. (Mbp news demak/Dwi.s)

 

DEMAK MBP-NEWS, Desa surodadi gajah demak adalah salah satu desa yang masyarakatnya ingin maju dan berkembang. 23/06/19

 

 

Desa Surodadi adalah desa kecil yang hanya memiliki satu perdukuhan saja,yang dihuni kurang lebih 1.700 jiwa.

 

 

Masyarakat desa surodadi kehidupan sehari harinya bertani dan dari hasil panen juga sangat baik.

 

 

Masyarakatnya bersama aparatur desa bahu membahu bekerja sama untuk memajukan desanya.

 

Salah satu contoh yang dilakukan masyarakat bersama kelompok tani mereka berusaha memajukan usahanya dibidang pertanian, mereka mencoba membuat pupuk non organik secara manual untuk bibit padi dan dengan harga yang terjangkau agar para petani bisa memanen padi dengan baik dan tidak merugi.

 

Karena selama ini masyarakat menggunakan pupuk dari luar dan hasil panennya minim sekali,mereka berusaha untuk mengurangi pengeluaran dari menanam padi.

 

Menurut sumber yang kami temui yaitu bapak sokip ketua kelompok tani mengatakan"pupuk ini dibuat secara manual dan sangat tradisonal,dan sudah kami buktikan untuk hasilnya,kami dibantu masyarakat dan seluruh anggota kelompok tani untuk membuat pupuk cair non organik tersebut,bahan bahan yang digunakan pun jugansangat mudah didapat seperti Bahan baku :

1. Daun batang dan akar ( pohon beringin dan bayam duri )di fermentasi dg gula merah, ragi tape, trasi, bekatul.

2. Tricoderma,  lactobacilus.

3. Magnesium, zink zulfat, sttp ( pospat) soda kue, boron dan kalium

dan alhamdulillah dalam waktu kurang lebih 2bulan pupuk cair non organik sudah bisa kami pakai,caranya pun sangat mudah dan aman,rencana pupuk yang sudah jadi akan kami bagikan kepada masyarakat surodadi secara gratis untuk sample agar masyarakat bisa melihat sendiri hasilnya"ujarnya.

 

Kami dilokasi juga melihat sendiri proses pembuatan pupuk cair non organik tersebut sampai selesai.

 

Harapan kelompok tani desa surodadi gajah demak agar masyarakat tahu bahwa menanam padi tidak harus membeli pupuk dari luar,pupuk buatan kelompok tani pun juga bisa untuk memberikan hasil panen yang maksimal,mereka berharap agar masyarakat dan pemerintah bisa mendukung.(Mbp news demak/Dwi.s)

 

 

SURAKARTA, MBP-NEWS. Presiden Jokowi membagikan -mbako kepada masyarakat di Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah pada Rabu (05/06/2019).
 

 
Acara berlangsung di Graha Saba depan rumah Jokowi, pembarian sembako dilakukan secara simbolis , selanjutnya dilanjutkan oleh petugas yang terdiri dari Kepolosian, TNI, Relawan dan Linmas di Kecamatan Banjarsari.
 

 
Ada sekitar 5000 masyarakat yang antri untuk pengambilan sembako, kegiatan tersebut berlangsung  dengan tertib. Pengambilan sembako disertai penyerahan kupon kepada petugas dan warga antri berjejeran dengan tertib. Disisi lain terlihat para petugas terlebih dahulu mengutamakan warga lansia.
 
Dalam sambutannya Jokowi berharap untuk pembagian sembako ini diutamakan kepada warga kurang mampu, selanjutnya dalam pengambilannya warga dimohon bersabar dan atri dengan tertib.
 
"Saya berharap sembako ini bisa bermanfaat dan dapat digunakan untuk tambahan kebutuhan ekonomi,"jelas Jokowi.
 
Terpisah, Camat Banjarsari Iriyanto menjelaskan bahwa ada kurang lebih 5000 kupon sembako yang telah disediakan Panitia untuk dibagikan kepada beberapa warga yang kurang mampu di 15 Kelurahan Kecamatan Banjarsari.
 
"Kecamatan Banjarsari terdiri dari 15 Kelurahan yaitu Kelurahan Joglo, Banjarsari, Nusukan, Manahan, Kadipiro, Banyanyar, Gilingan, Stabelan, Timuran, Kestalan, Ketelan, Punggawan, Sumber dan Keprabon masing masing dibagi rata berdasarkan data warga kurang mampu di setiap Kelurahan," jelas Camat Irianto.
 
Dari 15 Kelurahan, masing masing Kelurahan ada sekitar 300 warga tidak mampu yang mendapatkan kupon sembako.
 
"Saya merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini, terlebih sudah lima kali even ini berlangsung setiap tahun selama Pak Jokowi menjabat Presiden. harapan kami semoga bermanfaat bagi warga di Kecamatan Banjarsari," Pungkas Camat Iriyanto.(MBP-News//Yosep agus, Mulyadi,Bibit).

 

SEMARANG MBP-NEWS,  16 Juni 2019 Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifuddin melepas ratusan peserta "Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik" di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Minggu (16/6). Ratusan peserta kegiatan yang merupakan bagian dari progam "Mudik Bareng BUMN 2019" ini di berangkatkan dengan kapal laut menuju Kalimantan Tengah.

 

 

Tahun ini kuota yang disediakan Semen Gresik sebanyak 520 kursi kapal laut. Rinciannya, sebanyak 270 peserta tujuan Sampit, Kotawaringin Timur. Dan sebanyak 250 peserta tujuan Kumai Kotawaringin Barat. Peserta tujuan Sampit diberangkatkan siang dengan KM Leuser. Sedang peserta tujuan Kumai dilepas Minggu (16/6) malam.

 

 

Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifuddin mengatakan kegiatan mudik saat lebaran merupakan tradisi yang baik karena bisa menjadi wadah silaturahmi massal antar sesama. Namun aktivitas ini tak hanya membutuhkan fisik prima saja, namun juga keuangan yang cukup. Sebab pergeseran yang dilakukan tak hanya antar kota saja, namun juga bisa antar Provinsi bahkan antar pulau. 

Tentu saja hal ini membutuhkan biaya. Dan biaya transportasi menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar selama mudik ke kampung halaman atau balik ke tempat perantauan.

 

Mukhamad Saifudin menambahkan pihaknya mendukung hajat tahunan masyarakat ini melalui progam Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik. Progam ini hasil kerjasama sinergis dengan PT Pelni Cabang Semarang dan PT Pelindo III.

 

"Seluruh biaya Progam Balik Lebaran Gratis ini ditanggung Semen Gresik. Peserta juga dibekali dengan makanan ringan, obat-obatan, kaos, topi, dan juga asuransi. Moda transportasi yang digunakan juga memenuhi standar keselamatan dan kelayakan sehingga peserta aman dan nyaman di perjalanan," kata Mukhamad Saifudin, Minggu (16/6/2019).

 

Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Usaha PT Pelni OS Sodikin; GM Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (PT Pelindo III) Faris Haryoso dan jajarannya serta ratusan peserta dan keluarganya.

Progam Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik diminati warga Jawa Tengah. Mereka tak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Rembang saja, namun juga kabupaten/kota lain di provinsi ini. Seperti Banjarnegara, Wonosobo, Pemalang, Boyolali, Pati, Rembang dan lainnya.

Salah seorang peserta bernama Haris Hermansyah (31), warga Desa Punggelan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara. Haris bersama enam rekan sedesanya merasa terbantu dengan progam Balik Lebaran Bareng Semen Gresik.

"Saya dan teman-teman bekerja di perusahaan sawit yang ada di Sampit. Lumayan bisa menghemat ongkos perjalanan," ujar Haris.

 

Pernyataan serupa juga disampaikan 

Kharis Tihson (34), warga Desa Sokowangi Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Ia bersama istri dan dua anaknya pergi ke Sampit setelah selama berlebaran di kampung halaman.

"Saya bekerja sebagai tukang bangunan di Sampit. Kegiatan ini sangat membantu terlebih bagi masyarakat menengah ke bawah seperti saya," tutur Haris.

Sungarwiningsih (54), warga Kelurahan Magersari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang juga berpendapat sama. Ia merasa terbantu dengan progam ini.

Selama 20 tahun terakhir, Sungarwiningsih tinggal di Kumai. Di tempat perantauan, ia hanya tinggal dengan seorang anaknya. Sebab suaminya sudah lama meninggal dunia. Sehari-hari Sungarwiningsih berjualan di Pasar Kumai. Meskipun hasilnya tak pasti, namun hasil jualan itu menjadi penopang utama hidup keluarga Sungarwiningsih.  

“Tiket balik saja harganya berkisar antara Rp350 ribu – Rp500 ribu per orang. Makanya saya bersyukur sekali ada Progam Balik Lebaran gratis PT Semen Gresik,” ungkap janda tua ini.

 

Sutami (60), warga Dolo Sranten Kecamatan Karanggede Boyolali berharap Progam Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik rutin dilaksanakan tiap tahun. Sutami mengaku empat tahun terakhir tidak pulang kampung karena persoalan biaya. Dan tahun ini, setelah mengumpulkan uang, ia mudik ke Boyolali bersama anak, menantu dan dua cucu. 

 

"Kalau tahu ada progam seperti ini mungkin tiap tahun bisa pulang kampung. Karena sekali pulang total uang yang harus disiapkan bisa jutaan," tukas Sutami.

Sementara itu, Ahmad Musafik Desa Mangunrejo Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo berharap tiap tahun kuota peserta juga ditambah. Tujuannya agar lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaat kegiatan ini. 

Musafik pergi ke Sampit bersama istri dan dua anaknya. Keluarga ini tinggal di Desa Tehang Kecamatan Parenggean Sampit. Untuk menutupi kebutuhan keluarga, Musafik bekerja di perusahaan sawit di Sampit.

 

"Pekerja sawit banyak yang berasal dari Jawa. Kalau kuota peserta bisa ditambah pasti akan ada lebih banyak orang yang terbantu berkat Progam Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik ini," tandas Musafik.( MBP-News rembang Suparjan )

 

DEMAK MBP-NEWS, Rabu 4 juni 2019 pukul 20.30 wib Desa Surodadi gajah demak mengadakan takbir keliling tradisi setiap tahun sekali acara pawai takbir keliling juga berhadiah,masyarakat antusias sekali dengan adanya takbir keliling yang diadakan oleh panitia masjid baitul muttaqin.

 

 

Pawai takbir keliling diikuti oleh seluruh pengurus mushola desa surodadi dan seluruh element masyarakatnya.

 

 

Mereka beramai ramai dan berlomba lomba mebuat hiasan yang bentuknya beraneka ragam.

 

 

Sebelum acara dimulai kami mewawancarai salah seorang panitia bernama bapak Sokib dia menyampaikan kepada kami bahwa acara pawai ini dilakukan setiap tahun sekali dan warga juga mendukung karena ini merupakan sudah tradisi tahunan,dan dia juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan,dan dia juga berkata bahwa acara ini didukung sepenuhnya oleh masyarakat Surodadi Gajah Demak, meskipun tidak mendapat dukungan dari pemerintahan desa kami.masyarakat tetap semangat dan acara pawai tahun ini tetap bisa meriah aman dan damai,dan kegiatan ini juga bisa menjalin keakrabpan seluruh masyarakat surodadi gakah demak"pangkasnya.

 

Acara dimulai start didepan masjid baitul muttaqin,berputar mengitari desa dan finish dimasjid baitul muttaqin.

Acara dibuka oleh ketua panitia bapak ali muttaqin dan pengurus masjid.

 

Masyarakat sempat kami wawancarai salah seorang masyarakat yang tidak mau disebut namanya mengatakan acara takbiran keliling dilakukan setiap tahun sekali karena itu sudah tradisi, tapi untuk tahun ini beda dengan tahun tahun kemarin karena untuk tahun ini acara dibuat murni dari masyarakat dan tidak ada dukungan dari pemerintahan desa surodadi"ujarnya

 

Meskipun tidak didukung oleh pemerintahan desa masyarakat tetap melaksanakan pawai takbir keliling dengan biaya apa adanya swadaya dari masyarakat.

 

Harapan masyarakat semoga untuk tahun depan pawai takbir keliling lebih meriah seperti tahun tahun kemarin dan masyarakat berharap agar pemerintahan desa mau meberikan sumbangsihnya untuk kegiatan pawai takbiran yang dilakukan setahun sekali. (Mbp news demak/Dwi.s)

It truly is not unavailable in the strength of 60mg capsule. One solitary pill viagra order online The fast-growing need for various universal medications has really led to the development of so-called drugstores. us generic viagra In 1985, the national ambulatory medical care survey mentioned 525,000 buy viagra online with prescription Within the last few years Ive become increasingly annoyed by viagra pills online A number of the most ordinary ways of fixing this issue are buying generic viagra Reduced Nitric Oxide Degrees Natural Acai is getting buy sildenafil 25mg Presenting the brand new Sexy Goat Weed Intense, it is based on the Epimedium method that was old but full where can i find viagra Smoke is harmful to health and causes several serious diseases like lung cancer, mouth cancer and. buy viagra in usa No folks are happy with every thing about their their prescription for viagra online o The contemporary polluted environment we live in is an issue. It functions by raising viagra with no prescription